Info Website

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Created by Ardi Natakusuma Sanjaya
Tampilkan postingan dengan label Kepramukaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepramukaan. Tampilkan semua postingan

Boden Powell

Sabtu, 25 Mei 2013



Nama Lengkap : Robert Stephenson Smyth Baden Powell. 
Nama Panggilan : Baden Powell atau BP (bee-pee/bipi). Nama Kecil : Ste, Stephe, Stephenson atau Steevie. Tempat / Tanggal Lahir : London ( Inggris ) / 22 Februari 1857. Wafat : Nyeri, Kenya 8 Januari 1941. Nama Ayah : Prof.Domine Baden Powell. Nama Ibu : Miss Henrietta Grace Smyth. Nama Saudara : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie dan Baden Fletcher. Nama Istri : Olave St.Clair Soames ( Lady Baden Powell ). Nama Anak : Peter, Heather dan Betty. Buku – Buku Karya BP : Scouting For Boys, Aids To Scouting, Rovering to Success dsb. Penghargaan : Ashanti Star (1895), Metabele Campaign (1897), South African War Queen’s (1899), South African War King’s (1901), Companion Order of yhe Batc (1900),dsb. Warga Kehormatan : Newcastle, Tyne, Bangor, Cardiff, Harwich, Kingston on Thames, Poole, Guildford, Blandford, London, Canterbury ddan Pontecraft. Lambang Gerakan Pramuka Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka. Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972. Bentuk dan Arti Kiasan Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka : 1.Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. 2.Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia. 3.Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga. 4.Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu. 5.Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya. 6.Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia. SALAM PRAMUKA Salam (Penghormatan) wajib dilakukan bagi semua anggota Pramuka. Salam adalah suatu perwujudan dari penghargaan seseorang kepada orang lain atau dasar tata susila yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Fungsi Salam Pramuka. Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan. Dalam menyampaikan salam, baik yang memakai topi atau tidak, adalah sama yaitu dengan cara melakukan gerakan penghormatan. Salam Pramuka digolongkan menjadi 3 macam : 1. Salam Biasa. Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka. 2. Salam Hormat. Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi. 3. Salam Janji. Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang dilantik (Dalam pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya) Untuk Salam hormat diberikan kepada : 1. Bendera kebangsaan ketika dalam Upacara. 2. Jenasah yang sedang lewat atau akan dimakamkan. 3. Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya. 4. Lagu Kebangsaan. Sekian dan Salam Pramuka ! Kode Kehormatan Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut "Satya" dan Ketentuan Moral yang disebut "Darma" merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. A. SATYA: Satya adalah : · Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan; · Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji; · Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya dan Trisatya” A.1 Dwisatya Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga. A.2 Trisatya Trisatya berbunyi sebagai berikut : Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: 1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila, 2. menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, 3. menepati Dasadarma. B. Dharma: Dharma adalah : · Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. · Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. · Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; · Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwidharma dan Dasadharma” B.1 Dwidharma Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut : Dwidarma Pramuka Siaga · Siaga berbakti kepada ayah bundanya. · Siaga berani dan tidak putus asa. B.2 Dasadharma Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadharma Pramuka itu: 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. 3. Patriot yang sopan dan kesatria. 4. Patuh dan suka bermusyawarah. 5. Rela menolong dan tabah. 6. Rajin, terampil, dan gembira. 7. Hemat, cermat, dan bersahaja. 8. Disiplin, berani, dan setia. 9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya. 10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan 

Andi Nabila X8
Read Post | komentar

Gugusdepan Gerakan Pramuka

Jumat, 24 Mei 2013



Gugusdepan, disingkat Gudep adalah suatu kesatuan organik dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka sebagai peserta didik dan pembina Pramuka, serta berfungsi sebagai pangkalan keanggotaan peserta didik.
Ketentuan umum
Anggota Gerakan Pramuka yang berkedudukan sebagai peserta didik, pembina Pramuka dan anggota Majlis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) dihimpun dalam Gudep.


Gudep dapat dibentuk di:
Lembaga pendidikan umum seperti sekolah dan Perguruan Tinggi
Lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren dan gereja
Rukun Warga atau Rukun Tetangga
Perwakilan RI di luar negeri


Sebagaimana yang dimaksudkan dalam sistem satuan terpisah, anggota putra dan anggota putri dihimpun dalam Gudep yang terpisah. Masing-masing Gudep berdiri sendiri.
Gudep di dalam negeri dibina oleh Kwartir Ranting, kecuali Gudep di Perguruan tinggi yang dibina oleh Kwartir Cabang. Sedangkan Gudep di luar negeri dibina oleh Kwartir Nasional.
Gudep lengkap
Gudep lengkap adalah Gudep yang terdiri atas:
satu perindukan Siaga,
satu pasukan Penggalang,
satu ambalan Penegak dan
satu racana Pandega.
Gudep tidak lengkap
Mengingat situasi dan kondisi, dimungkinkan sebuah Gudep hanya terdiri atas satu atau dua golongan peserta didik, misalnya hanya mempunyai perindukan siaga atau hanya mempunyai ambalan penegak.
Gudep tidak lengkap dimungkinkan mempunyai 2 sampai 5 satuan untuk setiap golongan peserta didik, seperti mempunyai lebih dari satu pasukan penggalang.




Gudep luar biasa
Gudep luar biasa adalah Gudep yang dibentuk untuk anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat jasmani atau mental.
Pimpinan
Gudep dikelola oleh Pembina Gugusdepan yang dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan.
Pembina Gugusdepan dipilih dalam musyawarah gugusdepan dari para pembina Pramuka yang ada dalam Gugusdepan yang bersangkutan.
Pembina satuan terdiri atas; pembina siaga, pembina penggalang, pembina penegak dan pembina pandega.
Musyawarah Gugusdepan dilaksanakan minimal setiap 3 tahun sekali.

Hanif Sabili X7
Read Post | komentar

TALI - TEMALI

Kamis, 23 Mei 2013



MACAM SIMPUL DAN KEGUNAANNYA

1.    Simpul ujung tali Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2.    Simpul mati Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin
3.    Simpul anyam Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4.    Simpul anyam berganda Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5.    Simpul erat Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6.    Simpul kembar Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7.    Simpul kursi Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
8.    Simpul penarik untuk menarik benda yang cukup besar
9.    Simpul laso

Macam Ikatan dan Kegunaannya
a.    Ikatan pangkal Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu akan tetapi ikatan pangkal ini dapat jugadigunakan untuk memulai suatu ikatan.
b.    Ikatan tiang Gunanya mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnyauntuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
c.    Ikatan jangkar Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk tambat Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali.
d.    Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.
e.    Ikatan tarik Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada kemudian mudah untukmembukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon, dsb

SIMPUL DAN  IKATAN (TALI- TEMALI)
Dalam tali temali, kita sering mencampur adukan antar tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sekali. Berikut perbedaannya :
         TALI                 = bendanya
         SIMPUL            = antara tali dengan tali
         IKATAN            = tali dengan benda lain (umpamanya dengan kayu dan sebagainya)
PEMELIHARAAN TALI
            Pada jaman sekarang memang banyak tali tahan lapuk, umpamanya; tali plastic. Akan tetapi tidak jarang pula, kita akan menemukan tali yang mudah sekali lapuk. Untuk hal ini, kita perlu merawatnya dengan teliti.
            Di bawah ini, kami berikan beberapa jalan untuk memelihara/pemeliharaan tersebut :
a.      Simpanlah tali pda tempat yang tidak lembab, agar tidak lapuk
b.      Letakkan pada tempat tertentu, sehingga pada saat diperlukan kita mudah mengambilnya.
c.       Apabila tali tersebut basah, sebaiknya cepat di keringkan di panas matahari.
d.      Usahakan gulungan tali mudah di lepas.


IMPUL DAN  IKATAN (TALI- TEMALI)
Dalam tali temali, kita sering mencampur adukan antar tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sekali. Berikut perbedaannya :
         TALI                 = bendanya
         SIMPUL            = antara tali dengan tali
         IKATAN            = tali dengan benda lain (umpamanya dengan kayu dan sebagainya)
PEMELIHARAAN TALI
            Pada jaman sekarang memang banyak tali tahan lapuk, umpamanya; tali plastic. Akan tetapi tidak jarang pula, kita akan menemukan tali yang mudah sekali lapuk. Untuk hal ini, kita perlu merawatnya dengan teliti.
            Di bawah ini, kami berikan beberapa jalan untuk memelihara/pemeliharaan tersebut :
a.      Simpanlah tali pda tempat yang tidak lembab, agar tidak lapuk
b.      Letakkan pada tempat tertentu, sehingga pada saat diperlukan kita mudah mengambilnya.
c.       Apabila tali tersebut basah, sebaiknya cepat di keringkan di panas matahari.
d.      Usahakan gulungan tali mudah di lepas.
BEBERAPA BENTUK SIMPUL
SIMPUL TIANG BERGANDA
Fungsi : untuk mengikat orang(korban) dari bawah ke atas atau sebaliknya
SIMPUL KURSI
Fungsi : sebagau pengangkat/menurunkan benda atau orang pingsan.


SIMPUL KEMBAR
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) buah tali yang sama besar dalam keadaan licin(basah)


SIMPUL TIANG
Fungsi : untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat begerak leluasa; misalnya mengikat leher binatang supaya tidak tercekik

SIMPUL ERAT
Fungsi : untuk memendakkan tali tanpa memotongnya.

SIMPUL UJUNG TALI
Fungsi : agar pintalan pada ujung tali tidak mudah terlepas
 

SIMPUL TANGAN


SIMPUL ANYAM
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) buah tali yang tidak sama besar dalam keadaan kering(tidak basah)


ANYAMAN MATA
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) utas tali yang sama besarnya

 SIMPUL HIDUP

  FIGUR ANGKA

SIMPUL LASSO


SIMPUL ANYAM BERGANDA 
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) buah tali yang tidak sama besar dalam keadaan licin(basah)

SIMPUL TAMBAT
Fungsi : untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali.

 SIMPUL PRUSIK

 SIMPUL PENARIK
Fungsi : untuk menarik sesuatu benda yang cukup besar

 SIMPUL MATI

SIMPUL PANGKAL
Fungsi : untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi simpul pangkal ini dapat juga untuk memulai suatu ikatan

Nama Simpul :

Simpul Ujung Tali :
berfungsi untuk menjaga ujung tali agar tidak terurai.
Simpul Mati :
berfungsi untuk mengikat tali yang sama besar

Simpul Anyam:
berfungsi untuk mengikat tali yang sama besarnya dalam kondisi kering

Simpul Anyam Berganda :
berfungsi untuk mengikat dua tali yang berbeda ukuran dalam kondisi kering atau basah

Simpul Erat :
berfungsi untuk memulai suatu ikatan

Simpul Pangkal :
digunakan untuk permulaan suatu ikatan

Simpul Tiang:
berfungsi untuk mengikat leher binatang ternak agar tidak terjerat dan masih dapat bergerak bebas mencari makan.

 Simpul Tarik :
digunakan untuk menuruni tebing/pohon dan tidak akan kembali lagi

Simpul Kursi :
berfungsi untuk mengangkat/menurunkan manusia atau barang

Simpul Kembar :
digunakan untuk mengikat dua tali yang sama ukurannya dalam kondisi licin atau basah

Simpul Jangkar :
berfungsi untuk membuat tandu darurat



Dwi Armiyati X8
Read Post | komentar

Prinsip Dasar Kepramukaan


(1)    Prinsip Dasar Kepramukaan adalah:
a.  Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.  Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya.
c.  Peduli terhadap diri pribadi.
d.  Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.
(2)    Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup sebagai anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan kepada setiap peserta didik melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadi dengan bantuan para Pembina, sehingga pelaksanaan dan pengalamannya dapat dilakukan dengan inisiatif sendiri, penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
(3)    Pada hakekatnya anggota Gerakan Pramuka wajib menerima Prisip Dasar Kepramukaan, dalam arti:
a.  Menaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi laranganNya serta beribadah sesuai tata cara dari agama yang dipeluknya.
b.  Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial, memperkokoh persatuan, serta menerima kebinekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c.  Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidup dan karenanya setiap anggota Gerakan Pramuka wajib peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan kondisi yang lebih baik.
d.  Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama berdasarkan prinsip peri-kemanusiaan yang adil dan beradab dengan makhluk lain ciptaan Tuhan, khususnya dengan sesama manusia.
e.  Memahami prinsip diri pribadi untuk dikembangkan dengan cerdas guna kepentingan masa depan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Metode Kepramukaan
Adalah suatu  cara memberikan pendidikan watak kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan. Pendidikan kepramukaan merupakan proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya, meliputi aspek mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik, baik bagi individu maupun sebagai anggota masyarakat maka dibutuhkan suatu Metoda /ketentuan khusus yang kita sebut Metoda Kepramukaan.
Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan yang keterkaitanya keduanya terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan Pramuka. PDK (Prinsip Dasar Kepramukaan) dan MK (Metode Kepramukaan ) harus dilaksanakan secara terpadu, keduanya harus berjalan seimbang dan saling melengkapi. Setiap unsur pada Metode Kepramukaan merupakan subsistem tersendiri yang memiliki fungsi pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama dan keseluruhan saling memperkuat dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan.
Metode kepramukaan merupakan salah cara belajar interaktif progresif melalui:
a.  Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.
b.  Belajar sambil melakukan.
c.  Sistem beregu.
d.  Kegiatan yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda.
e.  Kegiatan di alam terbuka.
f.   Kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan.
g.  Sistem tanda kecakapan.
h.  Sistem satuan terpisah untuk putra dan untuk putri.
i.    Kiasan dasar.

Aden Ilham X7
Read Post | komentar

Kiasan dasar pramuka Indonesia








PENGERTIAN
Kiasan dasar kepramukaan yaitu gambaran yang mengesankan dan menyenangkan yang digunakan dalam penyelanggaraan kegiatan kepramukaan tersebut.


SUMBER KIASAN DASAR
Sumber kiasan dasar pramuka ada dua yaitu sejarah perjuangan Indonesia dan budaya bangsa Indonesia.


PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan kepramukaan diantaranya:
  1. Pramuka usia 7-10 tahun (SIAGA), kiasan dari perjuangan Budi Utomo untuk mensiagakan rakyat.
  2. Pramuka usia 11-15 tahun (PENGGALANG), kiasan dari perjuangan  pemuda untuk menggalang persatuan
  3. Pramuka usia 16-20 tahun (PENEGAK), kiasan dari pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Pramuka usia 21-25 tahun (PANDEGA), kiasan dari setelah merdeka kita mempadegani Indonesia
Berikut contoh kiasan dasar dalam pramuka :
  1. Untuk tingkat siaga : hal-hal yang menarik dan fantastis, untuk mengembangkan imajinasi anggota
  2. Untuk tingkat penggalang : hal yang berkaitan dengan kepahlawanan dan perjuangan, seperti bersikap pantang menyerah.
  3. Untuk tingkat penegak : hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan, seperti aktif di organisasi, ikut melaksanakan kegiatan kerja bakti.
  4. Untuk tingkat pandega : hal yang berkaitan dengan simulasi jabatan kepemimpinan, dengan mengikuti kegiatan pramuka maka secara otomatis kita akan belajar menjadi pemimpin.
CARA PELAKSANAAN
Kiasan dasar harus dilaksanakan secara menantang, menyenangkan, dan menarik namun juga harus memperhatikan kondisi dari anggota pramuka tersebut.
FUNGSI
Fungsi dari kiasan dasar yaitu untuk agar peserta pramuka lebih kreatif dalam hal apapun dan untuk mengembangkan imajinasi peserta pramuka.
Pelaksanaan kiasan dasar ini juga berfungsi untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air karena dilaksanakan berdasarkan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

Tugas Pramuka evaluasi susulan
Nama : M.Abdan S.
Kelas : X7


Read Post | komentar (1)

Upacara Pramuka


A.      Pengertian
Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan, peraturan yang wajib dilaksanakan dengann khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk membentuk suatu tradisi dan budipekerti yang baik.
Maka untuk itu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 178 tahun 1979 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Upacara didalam Gerakan Pramuka.
Jenis-jenis upacara yang ada dalam Gerakan Pramuka adalah sebagai berikut:
1.      Upacara umum, yaitu upacara yang dilakukan untuk kegiatan tertentu dengan menggunakan peraturan yang berlaku secara umum.
2. Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan, yaitu upacara yang dilaksanakan dalam rangka usaha memulai dan mengakhiri suatu pertemuan dilingkungan Gerakan Pramuka.
3. Upacara Pelantikan, yaitu:
-    Upacara yang dilakukan dalam rangka peresmian seorang calon anggota Gerakan Pramuka, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
-    Upacara yang dilakukan dalam rangka pengangkatan pemegang jabatan tertentu dalam saatuan.
4. Upacara Kenaikan Tingkat, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka kenaikan tingkat kecakapan umum yang dicapai oleh seorang anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan Syarat Kecakapan umum yang berlaku.
5. Upacara Pindah Golongan, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pemindahan anggota dari suatu golongan ke golongan lain yang lebih tinggi dalam usia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Upacara Meninggalkan Ambalan/Racana, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka mengantar Pramuka Penegak /Pandega untuk terjun ke masyarakat dan berbakti secara langsung sesuai dengan bidangnya.





B.     Petugas-petugas Upacara
1. Pembina Upacara ia lah Pembina dalam upacara yang menerima penghormatan, mengesahkan pelaksanaan upacara dan merupakan pimpinan tertinggi dalam upacara itu. Pembina upacara berhak;
-    Menerima penghormatan dari peserta upacara yang dipimpin oleh pemimpin upacara.
-    Mengubah dan mengesahkan Rencana Acara Upacara yang diserasikan dengan situasi dan kondisi.
-    Melaksanakan acara yang ditentukan.
-    Melimpahkan wewenang kepada pemimpin upacara.
2.  Pengatur Upacara (Protokol) ialah petugas yang menyusun dan mengatur pelaksanaan tertib acara dalam upacara, yang berkewajuban mengendalikan jalannya upacara. Pengatur Upacara berkewajiban:
-    Menyususn rencana pelaksanaan upacara serta mengendalikan jalannya upacara.
-    Mengajukan rencana pelaksanaan upacara untuk mendapatkan pengesahan dari Pembina upacara dan memberikan penjelasan seperlunya.
-    Mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Pembina upacara.
3. Pembawa Acara ialah petugas yang bertugas membaca tertib acara dalam suatu uapacara. Pembawaa acara berkewajiban;
-    Membacakan acara upacara
-    Dalam keadaan terpaksa dapat mengambil kebijaksanaan dengan persetujuan dari pengatur upacara.
-    Mempertanggungjawabkan tugasnya kepada pengatur upacara.
4. Pemimpin Upacara ialah petugas yang memimpin barisan peserta upacara. Sebagai pemimpin upacara ia mempunyai kewajiban:
-          Memimpin peserta upacara untuk memberi penghormatan kepada Pembina upacara.
-          Mengatur ketertiban peserta upacara.
-          Mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Pembina upacara.
A.      Petugas Upacara lainnya berkewajiban melaksanakan tugas-tugas nya dalam suatu upacara, misalnya Pengibar Bendera, Pembaca Dasa Darma, Pembaca Do’a, Pemimpin Lagu dan yang lainnya.
B.      Peserta Upacara ialah satuan-satuan yang berada dibawah pimpinan pemimpin upacara.
C.     Pokok-Pokok Upacara Gerakan Pramuka
Semua upacara dalam Gerakan Pramuka mengandung unsur-unsur pokok sebagai berikut:
1.       Bentuk barisan upacara yang digunakan oleh peserta upacara selalu disesuaikan dengan perkembangan usia peserta didik.
       Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Siaga adalah lingkaran, karena perhatian dan perkembangan jiwanya masih terpusat pada orang tua/Pembina.
       Bentuk barisan disatuan Pramuka Penggalang adalah bentuk Angkare, karena perhatian dan perkembangan jiwanya sudah mulai terbuka.
       Bentuk barisan disatuan Pramuka Penegak dan Pandega adalah bersaf, karena perhatian dan perkembangan jiwanya sudah terbuka luas.
       jika peserta upacara itu terdiri dari dua golongan atau lebih, maka bentuk barisan yang digunakan ditentukan oleh pemimpin upacara atau pengatur upacara disesuaikan dengan kondisi setemmpat.
2.        Penghormatan kepada Bendera Merah Putih dilakukan:
-    Pada waktu pengibaran dan penurunan (penyimpanan) Sang Merah Putih.
-    Pada waktu Sang Merah Putih dibawa masuk atau keluar ruangan upacara.
3.        Pembacaan Kode Kehormatan dalam bentuk ketentuan moral budi pekerti:
-    Untuk Pramuka Siaga adalah Dwi Darma
-    Untuk Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega adalah Dasa Darma.
4.        Pada waktu pembacaan Dwi Darma atau Dasa Darma, para Pramuka tidak melakukan penghormatan, tetapi penghormatan dillakukan saat pembacaan Dwi Satya atau Tri Satya.
5.        Kewajiban berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa (dengan menundukan kepala), agar senantiasa mendapat rahmat dan hidayat dalam segala kegiatan.
6.        rangkaian seluruh upacara dilakukan dalam suasana khidmat dan bersungguh-sungguh.
Pokok-pokok upacara yaitu;
1.       Pada upacara diluar Gerakan Pramuka pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan dan peraturan ysng disusun oleh penyelenggaranya.
2.       Pelaksanaan upacara dalam Gerakan Pramuka harus ada:
-          Pengibaran Sang Merah Putih
-          Pembacaan Pancasila
-          Pembacaan Kode Kehormatan
-          Do’a
D.     Upacara di Satuan Pramuka Penegak
 Macam-macam upacara didalam Ambalan ;
1.      Upacara pembukaan latihan
2.      Upacara penutupan latihan
3.      Upacara Penerimaan Tamu
4.      Upacara Penerimaan Calon
5.      Upacara Pelantikan
6.      Upacara Kenaikan Tingkat
7.      Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus
8.      Upacara Pindah Golongan ke Racana Pandega
9.      Upacara Pelepasan
       Susunan Acara Upacara Pembukaan Latihan di Ambalan:
1.       Kerapihan setiap anggota Ambalan
2.       Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara
3.       Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam bentuk bersaf
4.       pada waktu pemimpin Sangga meningglkan tempat, wakil pemimpin sangga pindah ketempat pimpinan sangga.
5.       para pemimpin sangga setelah melakukan laporan mengambil tempat disebelah kanan barisan
6.       Pradana menjemput Pembina dan menempatkannya disebelah kanan barisan
7.       Pradana mengambil tempat didepan barisan sesuai adat yang berlakau di Ambalan
8.       Pembacaan Dasa Darma dan Sandi Ambalan oleh petugas
9.       Pengucapan Pancasila oleh Pembina Penegak dengan diucap ulang oleh anggota Ambalan
10.   Pengumuman dari Pradana/Pembina
11.   Pradana memimpin do’a sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
12.   barisan dibubarkan oleh Pradana dan dilanjutkan dengan acara latihan
       Susunan acara Upacara Penutupan Latihan di Ambalan;
1.       Kerapihan setiap anggota Ambalan
2.       Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam bentuk barisan bersaf
3.       Pemimpin sangga mengambil tempat disebelah kanan barisan, dan wakil pemimpin sangga berada ditempat pemimpin Sangga.
4.       Pradana menjemput Pembina Penegak dan mengantarkannya kesebelah kanan barisan
5.       Pradana mengambil tempat didepan barisan sesuai dengan Adat Ambalan yang berlaku.
6.       Petugas Bendera menurunkan Sang Merah Putih untuk disimpan
7.       Pembacaan Sandi Ambalan oleh petugas
8.       Pengumuman tentang Sangga kerja untuk latihan yang akan datang dan lain-lain
9.       Pradana memimpinn do’a menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
10.   Laporan Pradana kepada Pembina Penegak
11.   Pradana membubarkan barisan
       Upacara Penerimaan Tamu Ambalan Penegak dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan dengan jalan sebagai berikut;

1.       Tamu Ambalan mengambil tempat dikiri Pradana atau Pembina
2.       Pradanan atau Pembina memberi kesempatan kepada tamu untuk mengikuti kegiatan Ambalan
3.       Barisan dibubarkan dilanjutkan dengan acara latihan
       Upacara Penerimaan Calon Penegak di Ambalan dilaksanakan setelah Upacara Pembukaan Latihan dengan jalan sebagai berikut;

1.      Pradana mengumpulkan anggota Ambalan
2.      Tamu Ambalan berada ditempat yang telah ditentukan
3.      Penegak Bantara/Laksanan yang sudah ditentukan menyiapkan pertanyaan
4.      Tamu Ambalan dijemput oleh petugas untuk dihadapkan kepada Ambalan
5.      Kata Pengantar dari Pradana /Pembina
6.      Tanya jawab tentang keadaan diri tamu yang akan diterima sebagai calon Penegak
7.      Petugas mengajak Tamu meninggalkan tempat
8.      Ambalan bermusyawarah untuk menentukan penerimaan calon
9.      Tamu dipanggil untuk mendengarkan keputusan penerimaannya di Ambalan
10.  Ucapan selamat dari anggota Ambalan dilanjutkan dengan acara latihan.

       Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, tidak boleh dihadiri oleh Calon Penegak lainnya pelaksanaannya diatur sebagai berikut;

1.      Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara
2.      Calon Penegak yang akan dilantik diantar oleh pendamping kanan dan kiri kehadapan Pembina.
3.      Pembina meminta penjelasan kepada pendamping kanan dan kiri mengenai watak dan kecapan calon.
4.      Pendamping kanan dan kiri kembali ke sangganya
5.      Sang Merah Putih dibawa oleh petugas kedepan Pembina, anggota AMbalan menghormat dipimpin oleh Pradan atau petugas
6.      Tanya jawab tentang Sayarat Kecakapan Umum anatar Pembina dan Calon
7.      Pembina memimpin do’a sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
8.      Penyematan Tanda Bantara disertai pesan seperlunya
9.      Pengucapan/ulang janji Tri Satya  yang dituntun oleh Pembina  dengan jalan sambil memegang Bendera Merah Putih dipegang dengan tangan kanan dan disimpan didada sebelah kiri tepat pada jantung. Kemudian disusul dengan penyematan tanda Penegak Bantara
10.  Penghormatan Ambalan kepada Penegak Bantara yang baru dilantik.
11.  Ucapan selamat dari anggota Ambalan
12.  Pendamping kanan dan kiri menjemput Penegak Bantara yang selesai dilantik untuk kembali ke sangganya.

       Upacara Kenaikan Tingkat Penegak Bantara Menjadi Penegak Laksana dilakukan sebagai berikut;

1.      Pradana mengumpulkan anggota Ambalan
2.      Penegak Bantara yang akan naik tingkat diantarcoleh pendampingnya ke hadapan Pembina
3.      Pembina meminta pernyataan pendamping mengenai perkembangan watak dan kecakapan yang bersangkutan
4.      Para pendamping kembali ketempat
5.      Tanya jawab SKU antara Pembina dan Penegak Bantara yang akan naik tingkat
6.      Sang Merah Putih dibawa oleh petugas kesebelah kanan Pembina
7.      Pembina memberikan Sang Merah Putih kepada Penegak yang bersangkutan
8.      Pembina melepas Tanda Penegak Bantara disertai pesan seperlunya
9.      Tanda Penegak Laksana dipasang sendiri oleh Penegak yang bersangkutan
10.  Penegak Bantara yang akan anik tingkat mengulang janji Tri Satya, dituntun oleh Pembina dengan memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan dan disimpan didada sebelah kiri tepat pada jantung.
11.  Pembina memimpin do’a sesuai dengan agama dan kepercayannya masing-masing.
12.  Pembina menyerahkan Ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara

              Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus kepada dalam rangkaian Upacara Pembukaan/Penutupan Latihan, dengan jalan sebagai berikut;

1.       Penegak yang akan menerima TKK dipanggil kedepan Pembina
2.       Tanya jawab tentang SKK yang telah dipenuhi
3.       Penyematan TKK dan penyerahan Surat Keterangan oleh Pembina
4.       Ucapan selamat dari anggota Ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara

       Upacara Pindah Golongan dari Ambalan ke Racana Pandega dilakukan dengan cara:

1.      Pradana/Pembina mengumpulkan anggota Ambalan dam bentuk barisan bersaf
2.      Penegak yang akan pindah golongan dipanggil kehadapn Pembina
3.      Penjelasan Pembina bahwa kepindahannya bukan karena kecakapan melainkan karena usianya.
4.      Penegak yang akan pindah minta diri kepada anggota Ambalan
5.      Pembina Penegak menyerahkan Penegak yang bersangkutan kepada Pembina Racana
6.      Pembina Racana menerimanya sesuai dengan Adat Racana yang berlaku

              Upacara Pelepasan Penegak yang akan terjun ke masyarakat dilakukan sebagai berikut;

1.      Dilaksanakan oleh Sangga Kerja
2.      Acara tersebut meliputi:
-          Penjelasan Pembina
-          Penegak yang bersangkutan minta diri
-          Sambutan wakil anggota Ambalan
-          Kata Pelepasan Pembina dan penyerahan Surat Keterangan
-          Pemberian kenangan kepada yang akan meninggalkan Ambalan
-          Berdo’a dipimpin oleh Pembina
-          Ramah tamah diakhiri dengan membentuk rantai persaudaraan.
  3. Tempat dan waktu tidak terikat

E.     Upacara di Satuan Pramuka Pandega
Upacara disatuan Pramuka Pandega dilaksanakan sesuai dengan aspirasi Pandega atas dasar ketentuan upacara yang berlaku untuk Ambalan Penegak









Nama : M. Hendra Nailul Haqq
Kelas : X.2
No. Absen : 18
Read Post | komentar
 
© Copyright GAMARAKA Media - Hak Cipta Undang-Undang.
GAMARAKA
Pusat Informasi Tentang GAMARAKA
SMA Negeri 1 Pekalongan
Jalan RA Kartini 39 Pekalongan