Rabu, 22 Mei 2013

Peraturan Baris Berbaris


  • Pengertian baris berbaris adalah suatu ujud latihan fisik untuk menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan agar terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
  • Tujuan baris berbaris yaitu Menumbuhkan rasa tegap tangkas, rasa persatuan, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab,
  • Aba-aba
(suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut) :
  • Macam aba-aba :
  1. Aba-aba Petunjuk dipergunakan jika perlu untuk menegaskan dari aba-aba peringatan/pelaksanaan. Contoh :
  1. Kepada Pembina Upacara – Hormat – Gerak,
  2. Untuk Amanat – Istirahat Ditempat – Gerak.
  1. Aba-aba Peringatan : inti perintah yang cukup jelas, untuk dilakukan tanpa ragu-ragu. Contoh :
  1. Lencang Kanan – Gerak (Bukan LANCANG Kanan),
  2. Istirahat Di Tempat – Gerak (Bukan DI TEMPAT ISTIRAHAT).
  1. Aba-aba Pelaksanaan : ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanaan yang dipakai ialah :
  1. GERAK : untuk gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan anggota tubuh lain, contohnya : Jalan Di Tempat – Gerak.
  2. JALAN : untuk gerakan kaki yang meninggalkan tempat, contohnya : Maju – Jalan.
  3. MULAI : dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dilakukan secara berturut-turut, contohnya : Hitung – Mulai.
  • Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar
  1. Sikap Sempurna
Siap – GERAK : badan berdiri tegap, kedua tumit rapat, kedua telapak kaki membentuk sudut 60, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan diatas kedua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit kebelakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan, tangan lurus, jari-jari menggenggam tidak dipaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lururs, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang lurus kedepan, bernafas sewajarnya.
  1. Istirahat
Istiraha Ditempat – GERAK :
  • Kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30 cm)
  • Kedua tangan dibawa kebelakang dan kebawah pinggang, punggung tangan kanan diatas tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan diantara ibu jari dan telunjuk, kedua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.
  1. Lencang Kanan/Kiri
Lencang Kanan/Kiri – GERAK :
  • Saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kanan.kirinya, pungung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri berupah tempat masing-masing meluruskan diri.
  • Saf tengah dan belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan mika kesamping dengan tidak mengangkat tangan.
  • Penjuru saf tengah dan belakang mengambil antas ke depan 1 lengan kanan/kiri ditambah 2 kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba.
  • Pada aba-aba Tegak – GERAK semya dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
  • Pada wakti pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, pemimpin pasikan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan sad dari sebelah kanan/kiri pasikan dengan menitikberatkna pada kelurusan tumit (bukan depan sepatu).
  1. Setengah Lengan Lencang Kanan/Kiri
Setengah Lengan Lencang Kanan/Kiri – GERAK : Seperti lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggan) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat di pinggang seblah depan (khusus saf depan).
  1. Lencang Depan
Lencang Depan – GERAK :
  • Penjuru tetap sikap sempurna.
  • Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.
  • Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan
  1. Berhitung
Berhitung – MULAI :
  • Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukannya ke kanan.
  • Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil mengalingkan mukanya ke depan.
  • Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
  • Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.
  • Pada aba-aba pelaksanan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing.
  • Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA.
  • Perubahan Arah
  1. Hadap kanan/kiri
Hadap kanan/kiri – GERAK :
  • Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
  • Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°
  • Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

  1. Hadap serong kanan/kiri
Hadap serong kanan/kiri – GERAK
  • Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri
  • Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri
  • Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri

  1. Balik kanan
Balik kanan/kiri – GERAK
    • Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.
    • Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180°
    • Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

  1. Cara berkumpul
bersaf/ 3 berbanjar kumpul – MULAI :
    • Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih.
Contoh : Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru.
    • Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah
    • Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih, maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan.
    • Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri setelah lurus, penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS, pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.

  1. Cara latihan memberi hormat
Hormat – GERAK :
    • Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.
    • Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.
    • Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.
    • Jika selesai menghormat, maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna.

  1. Bubar
Bubar – JALAN :
Pemberian  aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan  dalam hati, lalu bubar.

  1. Jalan di tempat
Jalan ditempat – GERAK :
Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut berganti-ganti diangkat, paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah biasa, badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang)

Henti – GERAK :
Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan,pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.

  1. Membuka/menutup barisan
Buka barisan – JALAN :
Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri, sedang regu tangah tetap di tempat.

  • Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah
Macam langkah
Panjangnya Tempo
  • Langkah biasa, 65cm, 120 tiap menit
  • Langkah tegap, 65cm, 120 tiap menit
  • Langkah perlahan, 40cm, 30 tiap menit
  • Langkah kesamping, 40cm, 70 tiap menit
  • Langkah ke belakang, 40cm, 70 tiap menit
  • Langkah ke depan, 60cm, 70 tiap menit
  • Langkah di waktu lari, 80cm. 165 tiap menit

  1. MAJU – JALAN
Dari sikap sempurna
Maju – JALAN :
    • Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
    • Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri 30° ke belakang, pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°, dan ke belakang 30°.
  • Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher.
  • Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri
  • Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku.

  1. LANGKAH BIASA
    • Pada waktu berjalan, kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan.
    • Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. Ke depan 45°, ke belakang 30°. Jari-jari tangan digenggam, dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menhadap ke atas.

  1. LANGKAH TEGAP
Dari sikap sempurna
Langkah tegap – JALAN :
Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama selebar setengah langkah, selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan, (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.
Dari langkah biasa
Langkah tegap – JALAN :
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir
Kembali ke langkah biasa

Langkah biasa – JALAN :
Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya langkah pertama.

  1. LANGKAH PERLAHAN
Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran)
Langkah perlahan maju – JALAN
  • Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna
  • Pada aba-aba “jalan”, kaki kiri dilangkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri, kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri.
  • Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula.

  1. LANGKAH KE SAMPING
……..Langkah ke kanan/kiri – JALAN
Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna, sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

  1. LANGKAH KE BELAKANG
……..Langkah ke belakang – JALAN
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

  1. LANGKAH KE DEPAN
…….Langkah ke depan – JALAN
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

  1. LANGKAH DI WAKTU LARI
Dari sikap sempurna
  • Lari maju – JALAN
Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar, ke dua siku sedikit ke belakang, badan agak dicondongkan ke depan. Pada aba-aba pelaksanaan, dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya. Telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu, lengan dilenggangkan secara tidak kaku.
Dari langkah biasa
  • Lari – JALAN
Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada.
    • Kembali ke langkah biasa
  • Langkah biasa – JALAN
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, kemudian berjalan dengan langkah biasa, dimuali dengan kaki kiri dihentakkan; bersama dengan itu kedua lengan digenggam.

  1. LANGKAH MERDEKA
Dari langkah biasa
  • Langkah merdeka – JALAN :
Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang, tempo dan ketentuan langkah. Atas pertimbangan Pimpinan, anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara, buak topi, menghapus keringat). Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan.
Kembai ke langkah biasa
  • Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan ……………….samakn langkah. Setelah langkah barisan sama, Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan.
  • Langkah biasa – JALAN :
Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa.

  1. GANTI LANGKAH
Ganti langkah – JALAN :
Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.

Naufal Farid Jayendar - X-7 
Share on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright GAMARAKA Media - Hak Cipta Undang-Undang.
GAMARAKA
Pusat Informasi Tentang GAMARAKA
SMA Negeri 1 Pekalongan
Jalan RA Kartini 39 Pekalongan